SEBUAH PEMBERIAN SEBAGAI UCAPAN TERIMA KASIH DARI NUR SHIVA ( SEORANG ANAK PUTERI RAJA DARI KERAJAAN SRIWIJAYA - PALEMBANG )


Ini lanjutan ceriata dari "KISAH CINTA DUA DUNIA (TERLALU CEPAT MENCINTAI MU)"
Bagi, agan atau sis yang belum membaca postingan terkait sebelum nya, silahkan >>KLIK DI SINI<< .
Di cerita sebelum nya, gw sudah menceritakan tentang kisah pertemuan antara gw dengan Nur Shiva (anak seorang raja dari kerajaan Sriwijaya).


Usut punya usut, yang pernah bertemu langsung dengan Nur Shiva hanyalah gw dan paman gw.
Pernah, gw bercerita dengan mama dan dia bertanya tentang siapa dan bagaimana rupa dari Nur Shiva karena mama ingin melihat nya.. Tapi gw bingung, bagaimana cara menunjukkan nya.. Pasti, hanyalah ALLAH SWT yang mampu memberikan jalan.


Pada suatu malam, gw bermimpi. Di dalam mimpi tersebut, gw bertemu dengan seorang laki-laki yang menyerupai teman gw.. Sebut saja namanya ariel. Entah mengapa, gw bisa tahu kalau sebenarnya, ariel itu bukan teman gw yang sebenarnya.


Dalam mimpi itu. Ariel berbicara kepada ku dan ingin mengajakku jalan-jalan keliling kerajaan. Begini percakapan antara gw dengan ariel ;


Gw : kita mau mulai dari mana ?
Ariel : itu terserah tuan mau mulai dari mana ...
Gw : ok, kalau begitu, kita mulai berkunjung ke kerajaan Sriwijaya..
Ariel : baik tuan ...


Setelah berbica, kami sepakat untuk melanjutkan perjalan ke kerajaan Sriwijaya. Saking tidak sabarannya, gw berjalan lebih cepat dari ariel, sehingga posisiku di depan sedangkan, ariel di belakang. Tiba-tiba, aku menabrak sebuah dinding dan dinding tersebut berusaha menyedot ku untuk masuk ke dalam nya (seperti nya lebih tepat dikatakan tabir dari pada dinding). Karena merasa terancam, gw berusaha untuk lepas dari hisapan tabir tersebut. Mulailah aku membaca istigfar secara berulang-ulang. Lama kelamaan mataku terbuka sedikit-demisedikit. Sembari melantunkan asma Allah.



Gw merasa tubuh ini terkunci tidak bisa bergerak. Tapi setiap kali gw melantunkan asma Allah, gw diperlihatkan beberapa kali lingkungan kerajaan Sriwijaya, yang kurasakan, suasana nya tenang dan asri tempat nya.. Sungguh seperti tempat-tempat yang ada di film kolosal, tetapi yang ini sungguh lebih indah dan sebenarnya, gw merasa hisapan tabir itu bukan lah suatu ancaman melainkan proses untuk masuk ke kerajaan tersebut. Tetapi gw merasa gugup sehingga lebih mengkhusyukkan dalam membaca asma Allah. Akhirnya, gw bisa terlepas dan terbangun sepenuh nya dari mimpi.. Gw sadar, itu sebenarnya bukan mimpi biasa, malah bisa dikatakan, itu adalah sebuah perjalan yang nyata. Betapa tidak, gw sangat bisa mengingat secara detail dari setiap perjalan tadi. Mulai darh tempat sampai percakapan antara gw dengan ariel.


Ketika gw terbangun. Jam menunjukkan pukul 4 subuh, gw bangun untuk ber siap-siap salat.
Setelah kejadian tersebut. Gw penasaran tentang mimpi itu.. Tp gw sendiri nggak mampu untuk memecahkan nya.




Minggu malam, kuputuskan untuk pergi ke rumah paman gw. Dengan maksud, supaya gw biasa tahu tentang kebenaran mimpi tersebut.


Paman ku bilang, kalau mimpi yang gw alami itu bukan lah mimpi biasa melainkan benar sebuah perjalanan gaib.. Terkejut gw mendengar nya. Pasalnya, nggak punya pengalaman tentang hal gaib.


Lanjut cerita, paman menjelaskan, bahwa ariel yang ada dalam mimpi itu adalah seorang punggawa kerajaan yang ingin mengajakku berkelilin ke daerah-daerah yang menjadi daerah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Salah nya, gw panik dan berusaha untuk keluar dari perjalan itu. Padahal tujuan punggawa itu baik dan tidak ingin mencelakai. Penguasa kerajaan Sriwijaya hanya ingin mengundangku sebagai tamu nya.
Pesan paman ku, apabila kejadian tersebut terulang kembali. Gw dipinta untuk tidak panik dan mengikuti saja alur dari perjalan dalam mimpi tersebut.


Tak terasa, jam dinding menujukkan pukul 10 malam.
Setelah mengetahui alasan sebenarnya. Gw pamit pulang.
Di sepanjang perjalanan. Gw berfikir. Apa maksud dan tujuan nya gw di undang datang ke kerajaan Sriwijaya. Padahal gw bukan keturunan asli ataupun keluarga dekat kerajaan. Tapi kenapa gw di undang ya? :bingung ..
Semua tanda tanya tersebut terkubur ketika gw merebahkan badan dan tertidur pulas setiba di rumah.
Tiga minggu kemudian.


Mama gw bermimpi. Di dalam mimpinya, dia melihat ada dua orang perempuan. Yang satu berumur sekitar 40 tahun dan yang satu lagi berumur belasan tahun sekitar 15 atau 16 tahun.

Wanita yang berumur 40 tahun berada tepat di belakang sebelah kanan mama gw, sedangkan. Wanita yang berumur 16 tahun tadi berada agak jauh di depan mama. Anak perempuan itu memakai jilbab berwarna merah, kulit nya putih. Bibir nya merah merekah.. Pokok nya, mama gw sangat mengagumi kecantikan anak perempuan tersebut. Seraya mama gw menggumam di di hati, siapa gerangan anak perempuan itu dan apa tujuan nya menemui ku.


Tiba-tiba, wanita yang berumur sekitar 40 tahun tadi Dengan logat dan bahasa Palembang, Berteriak dan menyuruh anak perempuan tadi untuk memberikan bungkusan yang di pegang nya kepada mama ku.
Begini kalau dalam bahasa Palembang,
"Nak, kasihkela bongkosan nyo, cepet !"
Memang benar, mama ku juga memperhatikan bungkusan kain berwarna hijau muda yang sedang di pegan nya. Tapi nampak nya. Anak perempuan itu malu-malu untuk menyerahkan bungkusan itu..
Lama-kelamaan, anak perempuan itu mendekat ke mama ku seraya berkata dengan sopan dan lemah lembut sambil tersenyum.


"bu, ini ambekla bungkusan ini, ini punya ibu" dalam bahasa indonesia ("bu ambil lah bungkusan ini, ini punya ibu").



Terlihat jelas, betapa cantik dan sopan santun nya anak perempuan ini.
Mama sangat terkesan akan kecantikan dan sopan santun yang di miliki oleh anak perempuan itu.
Setelah menerima bungkusan itu. Mama ku terbangun ketika itu, jam menunjukkan pukul 5 subuh.
Pagi nya, mama menceritakan mimpi yang dialaminya kepada gw. Karena gw awam dengan hal tersebut. Gw nggak bisa menjelaskan arti dari mimpi tersebut.


Seminggu kemuadian, paman bertamu ke rumah.
Di tengah pembicaraan, mama menceritakan ke paman tentang mimpi yang dialaminya. Setelah mendengar cerita dari mama. Paman berkonsentrasi dan berdoa. Tak lama kemudian. Paman menjelaskan, bahwa kedua wanita tersebut adalah Nur Shiva dan ibu nya Nur Shiva. Sedangkan bungkusan yang di berikan oleh Nur Shiva adalah sebuah tanda terima kasih kepada gw melalui perantara mama. Nur shiva bilang, Ucapan terima kasih ini karena gw pernah berziarah dan sering mengirimkan do'a untuk nya. Nur Shiva bilang, bungkusan yang di berikan nya, suatu hari akan menjadi kenyataan dan akan bermanfaat bagi kami sekeluarga..
Setelah mendengar, penjelasan.



Kami menjadi lega,.
Setelah paman pulang, timbul pertanyaan.. Apakah mungkin, perjalanan gaib gw kemarin di dalam mimpi, yang di temani oleh seorang punggawa kerajaan Sriwijaya bertujuan untuk bertemu dengan Nur Shiva dan menerima bungkusan tersebut, tetapi karena gw panik, akhirnya gw melawan dan keluar dari perjalanan.
Sedikit-demi sedikit gw jadi paham.. Bahwa Allah itu maha adil dan bijaksana. Segala sesuatu yang kita kerjakan akan mendapatkan balasan nya, termasuk gw yang sering mengirimkan do'a kepada Nur Shiva.
Pinta gw, supaya Nur Shiva hidup tenang di alam sana dan di tempat kan di sisi Allah yang di ridoi.




Amin..
Previous
Next Post »

20 komentar

Click here for komentar
Thanks for your comment